Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 09, 2021

PUISI INDAH

BENAR BENAR PEDULI

Anda akan menikmati cerita ini, mudah dimengerti.

Ini tentang Wan Kamil, seorang teman yang luar biasa.

Di tamannya, sebuah pohon kecil bertunas telah tumbuh;

Itu tidak ditanam, sepertinya datang dengan sendirinya

Wan Kamil mengetahuinya tanpa terlalu banyak kata

Bahwa itu pasti binatang, kemungkinan besar burung

Itu membawa benih pohon ini ke kebunnya

Itu telah tumbuh sekarang dengan banyak buah, menyenangkan untuk dilihat.

Pepaya di pohon itu enak dan berlimpah

Dan temanku, Kamil dengan jiwa yang begitu indah

Memahami dengan sempurna kebutuhan alam dan hewan.

Burung-burung itulah yang akan menyebarkan benih yang lebih menakjubkan

Ia meninggalkan beberapa pepaya yang sudah matang di pohonnya

Hewan dan burung tampaknya mengadakan pesta gratis

Tetapi dalam prosesnya mereka akan memastikan hal itu di beberapa tempat

Pohon pepaya lain akan tumbuh karena berkah Pencipta kita.


Aufie Zophy


DATANG DAN SENTUH HATIKU

Datang dan sentuh hatiku;

itu terbuat dari satin lembut,

dari sutra halus.


Datang dan sentuh hatiku

dengan jari kesedihan,

dengan mata berkaca-kaca

dan aku akan sedih denganmu.


Datang dan sentuh hatiku

dengan jari gembira,

dengan wajah tersenyum

dan aku akan senang bersamamu.


Datang dan sentuh hatiku;

itu terbuat dari kelembutan;

itu diisi dengan cinta;

itu ingin merasakan dengan Anda.


AMBISI

Saya sangat ambisius dengan segala cara

Keinginan saya yang sebenarnya adalah menang selamanya

Peringkat teratas ada di semua mimpiku

Ingin menjadi yang terbaik, paling pintar.


Saya selalu di depan; menang, saya lakukan

Saya mengecoh dan melampaui banyak lainnya.

Tapi di dalam hati, saya merasa tidak enak tentang itu

Kapanpun saya telah menurunkan saudara-saudara saya.


Sepanjang jalan, banyak pelajaran yang saya pelajari

Tidak ada kedamaian di atas segalanya

Ini membutuhkan banyak perhatian dan perhatian

Untuk menemukan kebahagiaan di hati dan jiwa kita


Sekarang, itu sangat jelas dalam pikiran saya.

Ambisi saya adalah: bersikaplah baik


POHON

Ketika saya merenungkan hari saya

dan jika jadwalku sangat padat,

bahwa saya tidak mengagumi setidaknya satu pohon,

terkadang saya masih keluar di malam hari

untuk menemukan pohon yang indah

dan nikmati kehadirannya di bawah sinar bulan

Jumat, Maret 29, 2019

JANGAN CEMAS


BAGAIMANA MASA DEPAN KITA


Di suatu sore ada seorang anak kecil sedang berjalan-jalan di taman. Di saat sedang asyik-asyiknya menikmati indahnya keasrian rimbunnya pepohonan dan semilirnya angin sepoi-sepoi, langkahnya terhenti karena matanya tertangkap tingkah seorang bapak-bapak yang sedang melamun dengan tatapan mata yang kosong. Hati anak kecil itu pun treusik untuk mencari tahu apa yang membuat bapak tersebut melamun seolah-olah dunia ini sudah tidak punya harapan lagi untuk hidupnya.

“ Apa yang terjadi dengan bapak, sepertinya bapak sangat sedih ?” Tanya anak kecil itu dengan polos.“ Anak kecil, kamu tidak akan mengerti masalah orang tua seperti saya “Jawab bapak tadi dengan malas-malasan.“ Tapi saya ingin tahu, bapak ?” Anak kecil tadi mendesak.“ Baiklah, saya akan beritahu kamu. Bapak sedang menyesali masa lalu. Mengapa dulu bapak tidak berusaha keras untuk saat ini”.

Setelah mendapatkan jawaban, anak kecilpun berlalu dan meneruskan perjalanan sorenya. Namun belum lama berjalan, lagi-lagi jiwanya kembali terusik dengan sikap bapak-bapak yang lain. Kali ini yang dilihat olehnya adalah seorang bapak yang mondar mandir tidak karuan. Anak kecil itu pun menghampiri bapak tersebut dan mencari tahu apa yang sedang menimpanya.“ Apa yang terjadi dengan bapak, sepertinya bapak sangat gelisah?”“ Anak kecil, jika kamu nanti sudah sebesar saya, kamu akan mengerti” Jawab bapak itu“ Tapi saya ingin tahu sekarang, bapak ? ““ Baiklah, bapak akan memberitahu kamu. Bapak sedang memikirkan masa depan bapak. Bapak takut masa depan bapak suram karena sampai saat ini bapak masih belum punya bekal apa-apa “

Sesudah itu anak kecil tersebut meninggalkan bapak yang sedang mencemaskan masa depannya. Tidak jauh dari situ, anak kecil kembali menemukan seorang bapak-bapak yang sedang sibuk bekerja. Tapi wajahnya terlihat sangat senang, tidak ada kesedihan maupun kegelisahan seperti kedua bapak yang ia jumpai tadi. Kembali pikiran anak kecil itu berkecamuk untuk mendapatkan sebuah jawaban.

“ Mengapa bapak begitu gembira, padahal bapak sedang berkerja keras ? “ Anak kecil tersebut semakin penasaran. Hanya dalam sekejap dirinya menemukan tiga bapak-bapak yang mempunyai sikap yang berbeda-beda.

“ Anakku, ketahuilah bapak tidak sedang bekerja keras tetapi bapak hanya berkerja. Dan yang membuat bapak gembira adalah karena bapak menyukai apa yang bapak kerjakan hari ini ““ Sebelumnya saya telah menemui seorang bapak-bapak yang sedang menyesali masa lalunya dan seorang lagi sedang mencemaskan masa depannya. Apakah bapak tidak mempunyai masa lalu dan masa depan ? “Bapak tadi tertawa sejenak kemudian baru menjawab pertanyaan anak kecil yang memiliki rasa keingintahuan yang luar biasa.

“ Anakku, Detik Ini Akan Menjadi Masa Lalu Bagi Detik Berikutnya, Dan Detik Berikutnya Adalah Masa Depan Detik Ini. Maka Jalani Detik Ini Dengan Sebaik-Baiknya “.

Hari pun mulai malam dan anak kecil itu pun kembali keperindukan dengan segudang falsafah hidup yang ia dapatkan hari ini.

“ MENYESALI MASA LALU ADALAH KESEDIHAN, MENCEMASKAN MASA DEPAN ADALAH KEGELISAHAN BERBUAT YANG TERBAIK UNTUK SAAT INI ADALAH KEGEMBIRAAN “

Apa yang telah terjadi tidak mungkin bisa dirubah, karena waktu tidak pernah bisa berkompromi dengan manusia. Seperti kata pepatah “ Dengan waktu sedetik kita bisa membeli batangan emas, namun batangan emas tidak akan bisa untuk membeli waktu sedetik “. Untuk itu Alangkah baiknya kita janganlah pernah menyesali masa lalu, kita harus mengerti bahwa hidup dalam bayangan masa lalu adalah sia-sia.

Ada satu pepatah lagi yang kurang lebih berbunyi :“ Walaupun nasib kita digariskan sebagai raja kalau kita tidak berusaha selamanya tetap tidak akan bisa menjadi raja. Sebaliknya walaupun nasib kita digariskan sebagai pengemis jika kita bekerja keras pasti tidak akan jadi pengemis “

IDEALNYA KITA MENJALANI HIDUP?

Jangan memikirkan masa lalu dan jangan mencemaskan masa depan. Sekali lagi kita tidak bisa kembali ke masa lampau untuk membatalkan apa yang telah terjadi dan kita juga tidak bisa menghindari apa yang akan terjadi dikemudian hari. “ Saat ini, Sekarang ini “ adalah kehidupan manusia yang sesungguhnya.

Berusahalah kita sebaik-baiknya untuk saat ini dan jangan pernah mengabaikannya. Setiap detik yang terlewati selalu menyimpan berbagai peluang. Jika kita tidak memanfaatkannya maka harapan kesuksesan akan meninggalkan kita dengan airmata kegagalan.

Kekuatan untuk membangun kesuksesan ada pada saat ini, bukan pada saat berikutnya atau saat sebelumnya. Kebahagiaan hidup ada pada mengerjakan apa yang dapat kita kerjakan saat ini. Bukan mengerjakan apa yang dapat kita kerjakan pada saat sebelumnya atau sesudahnya. Dan kesuksesan hidup terletak pada apa yang kita lakukan sesuai dengan keinginan hati. Seberapapun kerasnya kita bekerja jika kita kerjakan dengan hati yang senang akan terasa ringan. Demikian juga sebaliknya, seringan apapun pekerjaan yang kita lakukan bila tidak sesuai dengan keinginan hati akan terasa berat.

” Masa Lalu adalah Lukisan Yang Telah Kusam, sedangkan Masa depan adalah Lukisan Yang Abstrak dan SAAT ini adalah Lukisan Yang Paling NYATA ”.

Dibawah Langit



mengertilah....
yang ku tapak bukan aspal mulus
melainkan jalanan berbatu tidak menentu
langkahku terhuyung hampir terjatuh
berkali-kali menopang tubuh di pepohonan

sesekali ku menengadah
menatap hamparan langit diatas sana
berharap langit pekat mengerti arti hidupku
sedikitnya mengerti hidupku sepekat warnanya

bukannya mengerti...
langit malah menjatuhkan airnya
aku menundukan wajahku...
menatap krikil-krikil kecil yang kupijak...
tersenyum miris mendapati langitpun tak ingin mengertiku...

lantas semasih aku dibawah langit,,,
Siapa yang akan mengertiku ?
jalanan pun memberi kerikilnya
langit menjatuhkan airnya

hanya tersisa pepohonan dipinggir jalan memberiku dahannya untuk berpegangan
sudi menopang tubuhku tanpa berkata mau menyelimutiku dengan daunnya yang berguguran

Pepohonan...
dibawah langit...
adalah sandaranku...
ditengah kepekatan...

 Di Bawah Langit Malam

kucium kening bulan...
dalam sentuhan dingin angin malam...
ayat-ayat tuhan pun tak pernah bosan, memutar planet-planet dalam keseimbangan...
langit yang membentang menenggelamkanku ke jagat dalam...
kutemukan lagi ayat-ayat tuhan inti segala kekuatan putaran...
jagad yang menghampar membawaku ke singgasana rahasia, pusat segala energi dan cahaya membebaskan jiwa dari penjara kefanaannya....
kucium lagi kening bulan engkau pun tersenyum dalam penyerahan

SAJAK EMBUN
hanya karena cinta embun menetes...
dari ujung bulu matamu, membasahi...
rumput dan daun-daun, lalu meresap...
ke jantungku. cacing-cacing pun berzikir padamu, mensyukuri kodratnya tiap waktu

siapa yang menolak bersujud pada-Mu yang tak bersyukur karena karunia-Mu?
barangkali hanya orang-orang congkak itu...
orang-orang yang berjalan dengan kepala, mendongak ke langit sambil melirik..
dengan cibiran harimau

hanya karena cinta hujan menetes...
dari sudut pelupuk matamu, membasahi rambutku...
menyusup ke pori-pori tubuh, syaraf dan nadi...
menghijaukan kembali taman hatiku burung-burungpun bernyanyi karena ku berzikir dan bersujud pada-Mu– ya allah, ampuni adaku padamu!

Rabu, Desember 20, 2017

PUISI KOPI





KOPIKU KOPI

Kopiku Kopi...
Menemani disaat hujan rintik tak henti..
Nikmatnya seruputan pertama..
Saat asap menerpa wajah.

Kopiku Kopi
Hujan, seperti tak ingin berhenti..
Satu persatu air berjatuhan silih berganti saling berlawanan..
Awannya tidak hitam..
Tapi gelap dalam setiap pandangan ku..

Kopiku Kopi
Menenangkan hati dan pikiran..
Saat hujan tak mau berhenti..
kopiku kopi ku nikmati layaknya kopi.



KOPI KU TAK LAGI HITAM

Hari ini kopiku tak lagi hitam...
Tetapi Tetap kopi..
Tak ada ampas yang biasa ku sapu dengan tiupan
Tetapi tetap kopi..
Tak ada aroma sedap menembus hidung
Tetapi tetap kopi..
Tak ada rasa pahit menyertai manis
Tetapi tetap kopi
tak ada rasa asyik layaknya kopi
Tetapi tetap kopi

Kopiku tak lagi hitam..
karna susu tercampur di dalamnya
tetapi tetap kopi
Manis mendominasi. tak berasa susu
karena kopi tetap kopi walau tak lagi hitam layaknya kopi.

 KOPI CINTA
 
Secangkir kopi buatan istri..
ku rasa nikmat sejak aroma air panas jatuh perlahan..
aroma penyegar penat di buat sang penyemangat..

secangkir kopi buatan istri..
tepat di siang hari ketika otak mulai terkontaminasi
pas rasanya dibuat dengan cinta tambatan jiwa

secangkir kopi buatan istri..
rasa cinta tertuang lengkap dicangkir kopi..
memani siang hari ini..


Featured Post

Novel "Behind The Rain" Bab 6 : Undangan Tak Terduga

  Bab 6: Undangan Tak Terduga Hari itu, Hana baru saja selesai membereskan pekerjaannya saat sebuah pesan muncul di grup penghuni aparteme...